Ini adalah Wonderland Q, aku bebas bercerita ttg hidup ku, mimpi ku juga amarah ku. Aku menulis semua yang ada di otak ku yang sangat rumit ini dengan bahasa yang seadanya sajah... Klo kau tidk sengaja menemukan blog ini dan tidak suka, acuhkan saja...
Sabtu, 29 Oktober 2011
Kekasih itu Siapa???
jika kau tdk mencintanya, apa kau tetap mau bersama nya
"Kesalahan wanita adalah mempertahankan terlalu lama, dan kesalahan pria adalah meninggalkan nya terllu cepat"
Jumat, 07 Oktober 2011
Trip to Loksado

Waktu itu aku, Dwi dan dua orang temen kami Mas Bayu dan si Gendut Jelek jalan-jalan ke Lokasado, Kandangan. Rencana awal sech si para pria ini mau ngajakin hiking ke Lembah Kahung tapi karna perjalanan kesana perlu waktu lebih dari satu hari maka atas ide dan saran ku, kami putuskan untuk mengunjungi air terjun Haratai yang ada di Loksado.
Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil selama lebih dari 4 jam, maklum karna mobil kantor jadi harus dibatasi kecepatannya. Gendut Jelek adalah navigasi menuju Kandangan karna ia sering bolak balik Kandangan dan aku adalah Navigasi menuju Lokasado karna 5 tahun lalu aku pernah kesana.
Yach harap siap-siap mampir aja buat menanyakan jalan kalau aku tiba-tiba bilang “Perasaan gak lewat sini dech” “Dulu gak ada rumah dijalan itu…Kyanya bukan dech” “mmmm… perasaan gak ada belokan kaya gini dech”
Makanya, dihindari bagi kalian para travelers untuk menggunakan perasaan sebagai penunjuk arah. Bawa saja peta atau orang yang benar-benar tau jalan. Perasaan ku kan sering gak jelas, jadi siap-siap saja untuk tersesat.
Akhirnya kami sampai di Desa Malaris dengan mengacungkan tangan dan bertanya kepada pengguna jalan. Sesampainya disana, kami menyewa 2 sepeda motor untuk mencapai Air Terjun Haratai karna jarak yang akan ditempuh adalah 9 km dari desa.Sengaja kami tidak berjalan kaki untuk mempersingkat waktu diperjalanan. Perjalanan nya cukup melelahkan, banyak sekali tanjakan curam dan turunan yang menukik. Apabila tidak hati-hati mengendarai sepeda motor siap-siap saja menentukan pilihan jatuh ke batu-batu gunung dan kerikil-kerikil peng-aspalan yang sepertinya belum selesai ato jatuh kejurang yang klo loe masuk kedalamnya bakalan perlu waktu 7 hari 7 malam untuk mencarinya.
Gak sempet menikmati perjalanan ke Haratai karna sepanjang jalan aku hanya berpergangan di bahu Mas Bayu yang focus mengendarai sepeda motor. Sesekali aku turun dari motor ketika mas Bayu kesulitan menaiki tanjakan .Kami bahkan beberapa kali hampir terjatuh, aku bahkan bilang ke mas Bayu klo aku lebih percaya kaki ku dibanding naik motor. Naik sepeda motor itu lebih membhayakan dibandingkan jalan kaki.
Kami melewati 3 jembatan Gantung, lalu gunung –gunung kecil, kabut, pemakaman di tengah hutan, desa-desa kecil dan juga Talang air tradisional dari bamboo. Kami juga smpet ketemu sama orang-orang yang lagi mount bike . Emang sech track nya okey punya buat sepeda-an.
Walau gak bisa berenang kami langsung menceburkan diri ke air terjun Haratai, dingin banget. Mas Bayu yang gak bawa baju ganti terpaksa cm bisa gigit jari ngeliat kami main air. Dua jam kami berada di air terjun itu. Gak banyak foto yang ku ambil waktu itu karna terlalu takjub sama pemandangan nya dan yang pasti sech gara-gara perjalanannya yang berbahaya sehingga aku tidak bisa focus untuk mengambil foto. Dan selalu saja foto ku tidak pernah muncul di bagian mana pun di sudut foto itu, resiko jadi tukang foto….
