Minggu, 02 September 2012

Waiting For

Untunglah kamu lawan jenis ku, sehingga tidak ada yang harus kutentang ketika mengenalkanmu pada dunia sebagai kekasihku. Sore ini udara begitu sejuk tapi tidak dapat mengalahkan dingin nya tanganku yang sedang menanti kedatangan mu. Kopi hangat ini juga sudah mulai kehabisan uap karna tersedot hawa dingin yang kubawa sendiri di café ini.

Kamu merencanakan sebuah kencan buatan, seakan kita janjian dan bertemu di tempat pertama kita mengenal dulu. Aku menurut saja permintaan aneh mu itu, dan hasilnya aku menunggu berjam-jam saat ini. Hey, bukankah tadi sore kamu bilang akan datang tepat waktu, dasar gadis usil. Masih sering saja mengerjai lelakimu ini, kamu tau bahwa aku tidak akan pernah bisa marah padamu.

Aku masih ingat senyum mu pagi ini dan tatapan manja penuh goda yang memintaku untuk menemani makan siangmu.. Aku tak sabar menyambut mu. Mungkin pelayan café ini sudah mulai bosan melihat ku menunggu mu. Yang ku pesan hanya secangkir Kopi dan Coklat hangat pesananmu. Sengaja Ku siapkan sesuai permintaan mu. Pelayan itu mungkin berharap aku memesan sesuatu yang bisa menghasilkan tips yang banyak. Aku sengaja mengerjai nya, mungkin kau akan tertawa jika melihat ekpresi si pelayan tersebut dan aku pun akan tersenyum karna berhasil membuat mu tertawa.

 Kekasihku, cepatlah datang, sudah puluhan batang rokok menemani ku. Cepatlah temui aku sesuai janji mu. Aku sudah terlalu lama menunggu mu, bahkan aku terlupa bahwa waktu berputar terlalu cepat seakan 40 tahun adalah pagi tadi yang enggan ku lupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar